Cucu dan Klise
Ditanya aku soal pahlawan
Dicecar aku tuk pertanyaan
Diminta jawab permasalahan
Ah, lagi-lagi pahlawan
Apa sih yang terbesit di benakmu
Pak... Bu...
Buat aku kau kolot, omongmu ngotot
Apa dengan ingat pahlawan aku jadi jutawan?
Atau bikin puisi tentangnya aku jadi pujangga?
Nak, sikapmu sungguh terlalu
Gerilyawan itu Mbah Kakungmu
Dia korbankan kaki, jemari, tinggalkan bini
Cuma buat masa depanmu
Alah... Klise itu Bu...
Toh Mbah nggak punya rasa ingin tahu
Ingin dipuji, dihormati, tak ada sama sekali
Aku Cuma tahu Simbah veteran akhir zaman
Zamannya, bukan zamanku
Buat Bapak dan Ibu, nyeri melihatmu begini
Lubang pelor satu, terasa menikam hati
Ingat-ingat Nak, bukan menyoal dia simbahmu
Tapi juga mereka, semua veteran itu
Hus... Cukup!
Mulutku, kupingku, mataku sudah tertutup
Aku tutup!
Besok – besok pagi-pagi, bantu Simbah ngringkesi
Kumpulkan kunci-kunci kompleks Meranti
Aku mau mereka minggat sejak tadi
Anakmu, semata wayang terbayang
Mendurhakai lintasan zaman, melukai beribu laman
Mengusir semua veteran
Terhitung 11 Maret 2008
Ah, klise....
Semarang, 12 Juni 2010
Tidak ada komentar:
Posting Komentar