Kamis, 19 Januari 2012

Cucu dan Klise

Cucu dan Klise


Ditanya aku soal pahlawan
Dicecar aku tuk pertanyaan
Diminta jawab permasalahan
Ah, lagi-lagi pahlawan

Apa sih yang terbesit di benakmu
Pak... Bu...
Buat aku kau kolot, omongmu ngotot
Apa dengan ingat pahlawan aku jadi jutawan?
Atau bikin puisi tentangnya aku jadi pujangga?

Nak, sikapmu sungguh terlalu
Gerilyawan itu Mbah Kakungmu
Dia korbankan kaki, jemari, tinggalkan bini
Cuma buat masa depanmu

Alah... Klise itu Bu...
Toh Mbah nggak punya rasa ingin tahu
Ingin dipuji, dihormati, tak ada sama sekali
Aku Cuma tahu Simbah veteran akhir zaman
Zamannya, bukan zamanku

Buat Bapak dan Ibu, nyeri melihatmu begini
Lubang pelor satu, terasa menikam hati
Ingat-ingat Nak, bukan menyoal dia simbahmu
Tapi juga mereka, semua veteran itu

Hus... Cukup!
Mulutku, kupingku, mataku sudah tertutup
Aku tutup!
Besok – besok pagi-pagi, bantu Simbah ngringkesi
Kumpulkan kunci-kunci kompleks Meranti
Aku mau mereka minggat sejak tadi

Anakmu, semata wayang terbayang
Mendurhakai lintasan zaman, melukai beribu laman
Mengusir semua veteran
Terhitung 11 Maret 2008

Ah, klise....



                                                                                                            Semarang, 12 Juni 2010

Tidak ada komentar:

Posting Komentar