Cacing dan Bebek
Musim tukar musim
Musim abang, musim ijo, musim Tangerang, musim Solo
Sekarang musim bebek beradu oceh
Tahu musim oveh adu celoteh Tuan dan Nona Bebek?
Bebek beradu kreasi, bertarung aksi, di panggung pesolek sejati
Tahu apa mereka buat lihat cacing menggeliat?
Bebek Abang bilang,
” Aku mau cacing-cacing dukung aku pas pemilu.”
Yang ijo bilang,
” Bah, macam mana dia? Kan kujadikan kau simpatisan sa punya partai lah.”
Dengar... Ssst... Dengar kata mereka...
Tahu apa yang terjebak baku hantam di neuron dan spinalku?
Kta-kata, bisik-bisik, sesumbar, semua aku ingat
Bilangnya,
“ Go a head! Bebek Indonesia harus modern! Inovatif!”
( Hemmm... ya)
Yang lain,
“ Kita harus mengejar ketertinggalan ini.”
(Lho?)
Yang baru datang,
” Hehe... Maaf, tadi Mercy saya terjebak macet.”
(Aduh!)
Aduh Biyung... Romo...
Kula kesel, capek dengar sesumbar mereka
Kemarin mata ini bersaksi, bebek-bebek itu sangat trendi
Minum whisky, makan spaghetty, naik Mercy, jam Roxy, jas asli Helsinky
Romo... Biyung...
Andai saya tidak sempat tahu, andai putramu ini bisu
Saya bahagia kok dengan diam, saya tentram dengan tidak tahu
Sebab sekarang tahu, tibgkah sohib sebaya tiru-tiru tingkah Nona dan Tuan
Dan kami adalah cacing-cacing itu, yang rajin madhep TV dan jarang ingat upacara bendera
Pemakai Roxy, penggila Versace, pemuja film Taxi
Semarang, 27 Mei 2010
Tidak ada komentar:
Posting Komentar